...

KAMI POLISI INDONESIA: 1. BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA. 2. MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN, KEADILAN, DAN KEMANUSIAAN DALAM MENEGAKKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG - UNDANG 1945. 3. SENANTIASA MELINDUNGI MENGAYOMI DAN MELAYANI, MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN.

Dari Metro

Kedapatan Jual Sabu-sabu, 10 Gram Disita Lelaki Pengangguran dan IRT Diringkus
PAYAKUMBUH, METRO


       Tim buser Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Payakumbuh berhasil mengungkap aksi dua pelaku, pengedar narkoba jenis sabu-sabu, di kawasan hukum Kota Payakumbuh sepanjang Minggu (3/6). Dua tersangka berhasil diciduk, masing-masing Deded Ferdinal (21), dan Rara Riana (31), warga Jorong Tigaalur, Nagari Batubalang, Kecamatan Harau Limpauluh Kota di dua lokasi dan waktu berbeda. 

Waka Polres Payakumbuh, Kompol H Asmar Yunus WSD, kepada POSMETRO, di Mako Polres, Jalan Pahlawan Nomor 33, Labuah Basilang, Senin (4/6) siang, memastikan, penangkapan dua tersangka pengedar sabu-sabu ini berhasil dilakukan, setelah tim Satnarkoba melakukan pengintaian beberapa sebelumnya. "Bersama dua tersangka, tim juga mengamankan barang bukti, berupa 2 paket sabu-sabu seberat 10 gram," kata Kompol Asmar Yunus, kemarin.

Didampingi Kasat Narkoba, Iptu Adrian R Lubis, Kompol Asmar menjelaskan, aksi penangkapan terhadap, dua penjual sabu dilakukan, setelah tim buser Satnarkoba, tak sengaja mencium adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukum Kota Payakumbuh. Mengetahui dugaan tersebut, tim buser yang dipimpin Kasat Narkoba, Iptu Adrian R Lubis, langsung melakukan penyelidikan ke lapangan.

Pertama-tama, tim yang mengetahui adanya pergerakan pelaku, terus melakukan pengintaian. Sebab, Deded yang merupakan warga Harau, Limapuluh Kota, diduga kuat kerap melakukan transaksi di wilayah Kota Payakumbuh. Guna memastikan hal itu, polisi pun mulai memasang trategi. Mulai dari memintai keterangan warga, hingga menyamar sebagai warga sipil. Tak lama, aksi Deded, yang berstatus pengagguran terindikasi tengah membawa 2 paket sabu-sabu.

"Setelah memastikan pelaku mengantongi barang bukti, anggota langsung bergarak melakukan penyergapan. Dia (Dedet), berhasil ditangkap Minggu (3/6) siang, pukul 10.00 WIB di Jalan KH Ahmad Dahlan, persisnya di sekitar jembatan Kalawi, Kelurahan Payonibuang, Kecamatan Payakumbuh Utara. Pelaku disergap tanpa perlawanan, saat tengah mengendarai sepeda motor sendirian," tutur Kompol Asmar.

Mendapati tersangka bersama barang bukti, polisi langsung menggelandang Deded ke Mapolres guna menjalani pemeriksaan. Dari keterangan Deded kepada penyidik, tim Satnarkoba kemudian terus melakukan pengembangan. Selain Deded, seorang tersangka lain, yakni Rara juga langsung diburu. Wanita yang berstatus Ibu rumah tangga tersebut, berhasil diciduk di kediamannya, Minggu sore, sekitar pukul 13.00 WIB.

Sama dengan Deded, Rara ditangkap karena diduga kuat kerap menjual narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukum Polres Payakumbuh. Sementara itu, pengakuan kedua tersangka kepada penyidik, sabu-sabu sebanyak 10, dibeli dari seorang pengedar asal Pekanbaru, untuk dijual serta dikonsumsi sendiri. Selain 2 paket sabu, polisi juga mengamankan sepeda motor, Yamaha Mio Soul, BA 6402 MS, serta 1 unit telepon genggam merek Tiger.

"Kini keduanya terus menjalani pemeriksaan intensif si bagian Satnarkoba. Sementara, anggota terus melakukan pengembangan di lapangan, karena diduga selain dua pelaku ini masih ada tersangka lainnya. Jika terbukti, kedua pelaku akan diancam melanggar pasal; 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2), UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba. Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," tegas Waka Polres yang akrap disapa Ayah. (kr) 

//berita ini ada foto tersangkanya, saat ditangkap dan digiring tim Satnarkoba Polres Payakumbuh bgg...///
Leher Patah, Tubuh Dipenuhi Ulat  Mayat Pria Tergantung di Tengah Hutan
LIMAPULUHKOTA, METRO

Sesosok mayat laki-laki yang diyakini bernama, Ujang S (55), warga Jorong Napar, Nagari Situmbuak, Kecamatan Salimpauang, Tanah Datar, ditemukan tewas menggenaskan dengan kondisi tubuh tergantung di sebuah pohon Kopi di dalam hutan. Pria yang sehari-hari bekerja tani tersebut, ditemukan warga tak bernyawa di kawasan Pintu Angin, puncak bukit Sitambak, persisnya di area perbatasan Limapuluh Kota-Tanah Datar.         
Belum diketahui pasti apa penyebab kematian Ujang, yang diketahui sudah dikaruniai 5 anak tersebut. Saat ditemukan tewas oleh warga, kondisi tubuh korban terlihat sudah membusuk serta dipenuhi ulat belatung. Keterangan yang dihimpun POSMETRO di lokasi kejadian, mayat korban pertama kali ditemukan warga Sialang, Nagari Situjuah Tungkar, Kamis (31/5) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.  
"Tadi, beberapa warga Sialang yang sedang melintasi jalan ini tak sengaja menemukan bangkai manusia. Sebab, saat sedang berjalan melewati kawasan ini, orang itu mencium bau busuk, berasal dari dalam hutan. Lokasi mayat ditemukan berjarak 10 meter, dari jalan setapak, yang berada di puncak bukit Sitambak," kata Kapolsek Situjuah, AKP Rudi Munanda kepada POSMETRO di lokasi, kemarin siang.
Kendati sudah mengetahui kronologis penemuan, namun Kapolsek AKP Rudi menyebut, belum mengetahui pasti siapa nama warga yang menemukan mayat pertama kali. Dia mengatakan, warga yang merasa curiga akan bau busuk di tengah hutan, kemudian mencari dari mana aroma tidak sedap itu berasal. Setelah diteliti ke dalam hutan, warga tersebut akhirnya menemukan sesosok jasad manusia yang sudah kaku.         
Kaget melihat penemuannya itu, warga Sialang yang berada persis di pinggang Gunuang Sago, langsung memberitahukan informasi penemuannya kepada warga lain, serta kepolisian. Hanya sekejap, informasi adanya penemuan mayat di dalam hutan menyebar. Ratusan warga bersama kepolisian, langsung menyisir kawasan hutan yang terbilang cukup jauh dari pemukiman penduduk tersebut.

Lokasi penemuan tersebut, mendadak ramai oleh warga dua daerah yang penasaran. Meski bisa menjangkau lokasi penemuan tersebut, namun, sejumlah tim evakuasi yang terdiri dari BPBD dan kepolisian cukup kewalahan. Sebab, jarak antara pemukiman penduduk dengan lokasi tersebut terbilang cukup jauh. Diperkirakan, sekitar 7 kilometer dari pusat pemerintahan Nagari Situjuah Tungkar.        
Menurut AKP Rudi Munanda didampingi Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Jefrizal Jarun, untuk sampai ke dalam hutan, tim evakuasi bersama warga terpaksa menempuh jalan setapak dengan cara berjalan kaki. Sebab, kondisi jalan terbilang terjal dan sulit dilalui kendaraan bermotor. "Memang, ada warga yang nekad membawa kendaraan roda dua tetapi harus berhati hati. Sebab, selain licin dan kecil, badan jalan ini juga terjal," tutur keduanya.
Hingga pukul 12.00 WIB siang, bukit Sitambak sontak menjadi lautan manusia. Tak hanya dari Situjuah Tungkar, warga bersama kepolisian yang lengkap dengan tim identifikasi juga berbondong-bondong dari Salimpauang, Tanah Datar. Pantauan koran ini di lokasi, sebelum diefakuasi, tubuh korban tampak tergantung tanpa baju, dengan leher terikat kain lengan baju kemeja, yang diduga merupakan miliknya.
Hanya saja, celana korban jenis katun masih melekat utuh ditubuhnya. Namun ada yang terlihat janggal, jarak antara dahan pohon tempat korban tergantung dengan tanah cukup dekat, atau hanya berjarak sekitar 2,5 meter. Sehingga, kedua kaki korban sempat menyentuh tanah alias tidak tergantung. Menurut Wali Nagari Situmbuak, Syafri Jamil Dt Sinaro Sati, yang ditemui di lokasi; sebelum ditemukan tewas, Ujang tidak pernah terlihat mengalami frustasi.
Syafri mengatakan, sekitar satu minggu lalu, beberapa warga Nagari Situmbuak, masih melihat Ujang bekerja di sekitar tempat tinggalnya. Ujang, dikatakan, sehari-hari menggarap sawah dan tinggal sendirian di sebuah pondok di jorong Napar, atau sekira 4 kilometer di lokasi penemuan. Sementara, lelaki yang juga mempunyai beberapa famili di Situjuah Batur ini, sudah pisah dengan istrinya bernama; Ema (50), warga Jorong Piliang.
"Selain itu, bersama istrinya, Ujang juga memiliki lima orang anak, yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Mereka bernama Suci (25), Paris (20), Rani (22), Tia (17) dan paling kecil, Yusri (7) yang masih kelas 2 SD. Selama ini, ujang dikenal ramah dan baik hati. Entah apa yang membuat warga kami ini, bisa meninggal dengan kondisi seperti ini," tutur Syafri yang mengaku prihatin atas kejadian tersebut.  
Sementara itu, Kapolsek Salimpauang, Tanah Datar, AKP Dasman didampingi Bripka Fauzan (Kanit Intel), memastikan penyelidikan kasus temuan mayat bakal dilakukan di Mapolsek Salimpauang. Hal ini, mengingat lokasi kejadian, berada di wilayah hukum mereka. Dari pantauan mereka, kondisi tubuh korban masih utuh dan tidak terlihat adanya tanda-tanda bekas penganiayaan.
"Yang jelas, saat ini jenazah korban akan dibawa dulu ke rumah sakit Tanah Datar, untuk dilakukan visum. Kita belum bisa menebak-nebak, apakah ini korban bunuh diri atau pembunuhan, sebab kasusnya masih kita dalami. Kita juga terus merangkum informasi dan mengambil keterangan para saksi mata. Kini, anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan," sebut keduanya. (kr)



Satu Paslon Dikawal 2 Polisi
PAYAKUMBUH, METRO

Setelah resmi diumumkan lolos verifikasi dan penetapan nomor urut oleh KPU, sebanyak tujuh pasangan calon (Paslon) wawako-wawako Payakumbuh yang akan bertarung dalam Pemilukada Juli 2012 mendatang, diberikan diberikan pengamanan khusus oleh pihak kepolisian.

Setiap pasangan calon langsung diberikan pengamanan melekat dari pihak kepolisian, minimal 2 personil dalam satu Paslon. “Setelah ditetapkan nomor urut pasangan calon Wako-Wawako Payakumbuh, maka kepolisian akan memberikan pengawalan khusus terhadap mereka,” ujar Waka Polres Payakumbuh, Kompol H Asmar Yunus WSD kepada POSMETRO, Selasa (29/5).

Setelah penetapan nomor urut, lanjut Kompol Asmar, kita sudah membahas kesepakatan dan keputusan bersama antara KPU dan pihak kepolisian terkait dengan pengawalan khusus ini. Pengawalan tersebut, kata Kompol Asmar, bertujuan untuk menjamin keselamatan bagi para Paslon hingga terpilihnya Walikota Payakumbuh yang baru.

“Yang pasti kita selalu berkoordinasi dengan pihak terkait baik dari segi pengawalan melekat hingga proses pilkadanya sendiri,” kata Waka Polres yang akrab disapa Ayah. Seperti diketahui, Tujuh pasangan calon Wako dan Wawako Payakumbuh, terdiri dari 2 pasangan jalur perseorangan serta 5 pasangan dari jalur parpol serta gabungan partai politik.

Berdasarkan nomor urut, pasangan nomor 1, Haji Desra-Fitma Indrayani, nomor 2 pasangan Mulyadi Afmar-Edward DF dari jalur independen. Kemudian, untuk nomor urut 3, ada pasangan jalur parpol, Almaisyar-Dedrizal, nomor 4 pasangan  Syamsul Bahri-Weri Yunaldi. Adapun, nomor 5, yakni pasangan Reza Fahlepi-Suwandel Muchtar, nomor 6, pasangan Zainul Jusri Zainuddin-Supardi.

Kemudian, untuk nomor urut 7, yaitu pasangan, Nusyirwan Nazar Sago-Chandra Setipon, yang juga diusung Parpol. Ketua KPU Kota Payakumbuh Hendra Yanni, yang dikonfirmasi di kantornya, Selasa siang menyebutkan, pengawalan yang diberikan kepolisian terhadap para calon sudah sesuai dengan mekanisme, dan peraturan terkait penyelenggaraan Pemilukada. (kr)



Ruas Jalan Utama Dikawal Ketat 777 Personil Amankan Lintasan TdS

PAYAKUMBUH, METRO

Sekitar 777 personil pengamanan gabungan, bakal dikerahkan guna mengawal sejumlah lintasan, Tour de Singkarak (TdS) pada dua wilayah, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, pada 5-6 Juli 2012 mendatang. Dari 777 personi gabungan tersebut terdiri dari, kepolisian, TNI Sat Pol PP dan Dishub. Para personil kita akan disiagakan di sejumlah titik, yang dilalui para pembalap TdS di Kota Payakumbuh yang merupakan stage ke-2.

"Tadi siang, kita sudah melakukan rapat koordinasi, pengamanan TdS ini. Pengamanan bakal dititik beratkan di sejumlah ruas jalan utama Kota Payakumbuh, mulai dari pengamanan pengendara, lintasan hingga tim kesehatan. Para personil gabungan ini bakal dikerahkan sejak awal pelaksanaannya, yang berlansung selama dua hari," kata Waka Polres Payakumbuh, Kompol H Asmar Yunus SMD, kepada POSMETRO di Jalan Pahlawan nomor 33, Labuahbasilang, Senin (28/5).

Dalam rapat koordinasi pengamanan tersebut, dikatakan Waka Polres yang akrab disapa Ayah itu, khusus Kota Payakumbuh terhitung bakal melibatkan 550 personil. Tidak hanya kepolisian, sebutnya, pengamanan lintasan juga dibantu petugas Sat Pol PP, TNI dan Dishub Kota Payakumbuh. Sejumlah ruas jalan yang akan dilalui pembalap, berkemungkinan bakal ditutup buat sementara.

"Saat ini, melalui koordinasi Pemko Payakumbuh, kita masih membahas mekanisme pengamanan, untuk memudahkan proses pelaksanaan nantinya. Yang jelas, tim gabungan kita sudah siap untuk disiagakan di beberapa lokasi. Kita mengharapkan, saat perhelatannya nanti bisa berjalan aman dan lancar," sebut Kompol Asmar Yunus, menambahkan.

Sementara itu, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto yang dikonfirmasi kemarin, juga mengaku akan mengarahkan sekitar 222 personil gabuangan. Sebab, tidak untuk hari kedua, persisnya tanggal 6 Juli, rute pembalap TdS dipastikan bakal melalui kawasan Limapuluh Kota. "Pembahasan pengamanan juga tengah dikakukan," sebut Partomo.

Sekdako Payakumbuh, Irwandi Dt Batujuah belum lama ini mastikan, Pemko Payakumbuh menjadi penanggung jawab menyiapkan stage 2 dan stage 3. Stage ke-2, sebutnya akan dimulai dari Muaro Sijunjung menuju Payakumbuh dan finis di Lembah Harau. Saat melewati Payakumbuh, rombongan pembalap begitu sampai di Simpang Labuh Basilang, Simpang  Limbukan, Balai Panjang, dan belok kanan ke Jalan Sukarno-Hatta.

Dari Jalan Soekarno Hatta, pebalap akan menuju Ramayana kemudian menuju Simpang Tanjung Anau, lalu belok kanan lagi ke jalan lingkar selatan luar menuju Payobasung. Dari Payobasung terus ke Labuh Basilang. Dari Labuah Basilang, pebalap kembali ke Limbukan dan menuju ke pusat kota depan Ramayana dan lurus ke Lembah Harau.

"Rombongan pembalap, diperkirakan bakal masuk di kota Payakumbuh, dan menginginap di Kota ini sekitar pukul 12.00 WIB. Pada hari ke-2, peserta akan mengikuti stage 3, yang dimulai star, di depan BRI Jalan Sudirman. Disana, para pembalap akan disuguhkan dengan kegiatan lomba pacu terbang itik," sebut Irwandi, memaparkan. (kr)


Soal Penangkapan 2 Pelajar Main Judi Kadisdik Minta Patroli Tim 7 Diintensifkan
PAYAKUMBUH, METRO
 
Tim 7, tim penegak Perda, gabungan anggota TNI/Polri dan Satpol PP, diminta Kadisdik Payakumbuh Edvianus, bisa terus melancarkan patroli ke warung-warung yang berada di luar lingkungan sekolah. Disinyalir, masih ada oknum pelajar yang suka bermain  kertas koa (ceki) dan batu domino. “Tertangkapnya, dua oknum siswa  sebuah SMUN, diduga bermain judi, bukti nyata, masih ada di antara siswa yang indisipliner, pada jam belajar,” sebut Edvinaus, Senin (28/5).

Selain Edvianus, Kasatpol PP Payakumbuh Fauzi Firdaus, di Balaikota Payakumbuh, Senin (28/5), dalam operasi yang dilancarkan Tim 7, Sabtu (26/5) sekitar pukul 09.00 WIB, ke SMUN 2 di Bukit Sitabur dan ke SMUN 3 di Nan Kodok, Tim 7  melakukan penggrebekan pada warung minuman yang berada di luar pekarangan sekolah. Ketika tim datang di lokasi, sebagain pelajar pontang-panting malarikan diri.

Tapi, pada dua lokasi berbeda itu, tim hanya berhasil menangkap dua siswa yang terlambat melarikan diri di warung dekat SMUN 2. Kedua pelajar bersangkutan, digiring ke Markas Satpol PP di Bukit Sibaluik Payakumbuh, untuk dimintai keterangan dan membuat surat perjanjian, untuk tidak mengulang perbuatannya.

Karena itu, Kadisdik Edvianus, meminta bantuan Satpol PP  atau Tim 7, agar terus melancarkan patroli ke seputar lingkungan sekolah. Biasanya, oknum pelajar yang suka cabut, itu menghabiskan waktunya pada warung-warung di luar lingkungan sekolah. Peningkatan intensitas patroli, akan mempersempit ruang gerak oknum pelajar itu berbuat yang macam-macam.

Kepada pemilik warung, Kadisdik juga meminta, tidak menyediakan batu domino atau kertas koa di warungnya. "Bantuan pemilik warung, sangat menentukan dalam usaha memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan di kota ini," sebut Edvianus, kemarin. (kr)

Jual ke Polisi, 1 Kilogram Disita   Edarkan Ganja, Mamak-Kemenakan Diringkus
PAYAKUMBUH, METRO

Dua pengedar narkoba jenis ganja, masing-masing bernama Satria Wira Sari (31) dan Izar Imasri (15) warga Jorong Talago, Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh berhasil diringkus tim Satnarkoba Polres Payakumbuh. Kedua lelaki yang mempunyai hubungan tali persaudaraan, yakni mamak dan kemenakan ini, berhasil diamankan polisi di kediamannya, Jumat (25/5) siang. Dari tangan ke dua pelaku, polisi berhasil menyita 1 kilogram ganja kering.

Keterangan yang dihimpun POSMETRO, dua tersangka yang berstatus sebagai pengedar, berhasil dilakukan setelah kepolisian melakukan pengintaian di kediaman pelaku sejak dua minggu lampau. "Selain tersangka, saat penggerebekan dilakukan, kita juga berhasil mengamankan barang bukti lain, yakni berupa alat-alat penjual ganja di rumahnya. Kini keduanya, tengah menjalani pemeriksaan di bagian Satnarkoba," kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Rubintoro Suhada, kepada POSMETRO, Senin (28/5) siang.

Dijelaskan Kapolres melalaui Iptu Adrian R Lubis (Kasat Narkoba), sebelum ditangkap, aksi dua tersangka ganja yang mengaku bekerja tani ini sempat tidak terlacak kepolisian. Sebab, sejak mula beraksi di kawasan kediamannya para pelaku ini dikenal cerdik. Namun, sepandai-pandai mereka bersembunyi, aksi tersebut terkuak jua. Menurut polisi, aksi para tersangka ini bermula, adanya kecurigaan polisi terkait maraknya peredaran ganja di Taehbukik.

Mengetahui kondisi tersebut, tim Satnarkoba akhirnya mencoba menelusurinya, dengan cara mengumpulkan informasi warga. Tak lama, tepat Jumat siang pukul 14.30 WIB, aparat yang menyamar sebagai warga sipil berhasil mengidentifikasi jejak para pelaku. Tanpa menunggu lama, kedua tersangka akhirnya digerebek. "Penggerebekan pelaku berjalan panjang. Mereka, sempat melawan petugas dan kabur setelah tahu dibuntuti," sebut Iptu Adrian R Lubis.

Tidak mau menyerah setelah memergoki pelaku, polisi pun melakukan pengejaran. Dua tersangka akhirnya tak bisa berkutik, ketika kepolisian melakukan pengepungannya di kawasan perkampungan itu. Mendapati kedua pelaku, polisi kembali ke rumah para tersangka, dan melakukan penggeledahan. Di kediaman pelaku, selain menemukan paket besar seberat 1 kilogram ganja siap edar, polisi juga menemukan barang bukti lain. 

Diantaranya, 1 buah timbangan, hekter, gunting, handphone merek nokia hingga 1 unit sepeda motor Yamaha F-1 ZR, BA 6880 MC, yang diduga digunakan pelaku untuk menjual ganja. Dua tersangka bersama barang bukti digelandang ke Mapolres untuk pemeriksaan. Dari pengakuan pelaku kepada penyidik, mereka baru tiga bulan ini, menjalankan bisnis haram tersebut. Ganja dibeli pelaku kepada bandar besar asal Aceh, kemudian dijual ke pembeli di Payakumbuh, berupa paket kecil.

Sementara itu, Kasat Narkoba Adrian Lubis, mengaku tidak mempercayai begitu saja pengakuan pelaku. "Para pelaku ini terkenal lihai. Apalagi saat melakukan transaksi ganja. Mereka tidak mau menjual ganja, jika pembeli lebih dari 1 orang. Dugaan pelaku lain memang masih ada, kini tengah diburu. Jika terbukti mereka diancam melanggar pasal 114 ayat (1) dan pasal 115 ayat (1), UU RI nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukumannya, paling lama 20 tahun, paling sedikit 5 tahun kurungan," jelas Aiptu Adrian R Lubis. (kr)


Kian Mencemaskan Polres Payakumbuh Upayakan Zero O Narkoba

PAYAKUMBUH, METRO

Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Payakumbuh mengklaim terus mengupayakan pemberantasan peredaran narkoba, alias zero narkoba hingga titik 0, di wilayah hukumnya. Salah satunya, dengan melakukan penindakan tegas tanpa pengecualian bagi siapa saja yang kedapatan melakukan tindak pidana terkait penyalahgunaan barang terlarang. Hal ini mengingat, masih tingginya angka peredaran narkoba di kawasan hukum Kota Payakumbuh.

Hal ini ditegaskan Waka Polres Payakumbuh, Kompol H Asmar Yunus WSD, saat kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Mako Polres setempat awal pekan lalu. Menurut Kompol Asmar, didampingi Kasat Narkoba Iptu Adrian R Lubis, hal ini setidaknya sudah dibukti polisi dengan keseriusan aparat kepolisian. "Selain memproses tersangka umum, kita juga sudah menekankan hal ini terhadap korp sendiri," terang Waka Polres yang akrab dipanggil Ayah, kepada POSMERO.

Kompol Asmar Yunus mencontohkan, seperti melakukan tes urine terhadap sejumlah personilnya yang terindikasi memakai atau menyalahgunakan narkoba beberapa waktu lalu. Selain itu, upaya kepolisian juga dibuktikan, dari beberapa kali aksi penjaringan para pemakai hingga pengedar narkoba. Seperti penangkapan 9'pemain narkoba' jenis ganja di 3 lokasi, saat pelaksanaan operasi tumpas bandar 2012.

Pada akhir April lalu, Satnarkoba Payakumbuh juga menciduk 2 bandar ganja dan mengamankan 9,38 Kilogram ganja di kawasan Simpang Batuhampar, Akabiluru. Keseriusan tersebut, kontan saja mendapat apresiasi banyak pihak. Tidak hanya masyarakat, sejumlah aktifis lingkungan juga turut mengacungi jempol. Hal ini setelah, mereka menilai tingginya keseriusan Polri, seperti melakukan program tes urine untuk pemberantasan narkoba, dari dalam korps sendiri sejak 2011 lalu.

”Di negeri ini, Polri adalah salah satu lembaga negara yang termasuk sudah menjalankan amanat reformasi. Artinya, polisi benar-benar komit dengan tupoksinya sebagai aparat penegak hukum. Kita tentu sangat mengapresiasi upaya ini dan berharap dapat menjadi percontohan bagi semua instansi maupun institusi lain,” ujar seorang aktivis Forum Peduli Luak Limopuluah, Yudilfan Habib, kemarin (24/5).

Habib menilai, upaya tersebut secara otomatis bakal menimbulkan kepercayaan masyarakat. Sehingga, Polisi benar-benar dinilai bersih dari narkoba. Selain Habib, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh bersama Badan Narkotika Nasional Kota/Kabupaten (BNNK) Payakumbuh, juga terus mewanti-wanti situasi peredaran narkoba di Luak Limopuluah karena dinilai kian mencemaskan dari tahun ke tahun.

Kondisi ini, dikatahui, berdasarkan evaluasi tahunan terhadap kasus narkoba di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau tersebut. "Dari jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Payakumbuh. 60 persen narapidana, ditahan gara-gara kasus narkoba. Mestinya hal ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk melakukan antisipasi, secara bersama-sama," tutur Kajari Tri Karyono baru-baru ini. (kr)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Selamat Datang diWebsite Polres Payakumbuh